Iklan di bawah Navigasi

Ketahui 5 Virus Berbahaya Ini Rentan Menyerang Ibu Hamil

Rumah Dosen - Secara umum saat mengalami kehamilan, daya tahan tubuh ibu hamil cenderung mengalami penurunan. Oleh karenanya akan rentan terhadap serangan dari berbagai bakteri ataupun virus penyebab penyakit.

Bakteri maupun virus biasanya tidak begitu membahayakan, namun dapat juga mengakibatkan kondisi yang berisiko lebih tinggi jika menjadikan infeksi terhadap ibu hamil.

Rumah Dosen - Keluhan ibu hamilsumber gambar: OKE Info

Tahukah Anda? bahwa penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus mampu mengubah sel normal menjadi ganas dan bisa juga bersifat kanker.

Baca Juga :  Ini Proses Melahirkan Normal, Ibu Hamil Wajib Tahu!

Sudah tahukah Anda? penyakit-penyakit yang bisa disebabkan oleh virus? Nah, pada kesempatan kali ini, kami rangkum dari berbagai sumber mengenai 5 jenis virus yang bisa berbahaya dan rentan menyerang ibu hamil.

Kita simak bersama ya!


1. Cacar air memiliki risiko yang tinggi pada janin


Sudah barang tentu ibu hamil akan senantiasa untuk berusaha menjaga kesehatan agar bayi yang dikandungnya tetap dalam keadaan yang sehat. Akan tetapi, meski sudah berusaha semaksimal mungkin dalam menjaga kesehatan, terkadang tetap saja terkena penyakit seperti infeksi cacar air.

Jika pada usia kandungan kurang dari 20 minggu terkena cacar air, hal ini sangat berisiko bagi si janin.

Secara umum infeksi cacar air dapat ditandai gejala-gejalanya seperti demam yang disertai kondisi badan yang tidak nyaman, kepala terasa sakit serta munculnya bentol-bentol gelembung kecil di kulit berwarna jernih. Bentol gelembung ini biasanya muncul di lengan dan kaki ibu hamil, kemudian menyebar menyebar ke seluruh tubuh dan bisa juga ke daerah wajah.

Apa yang harus Anda lakukan? Jika gejala-gejala awal di atas sudah muali Anda rasakan, jangan tunggu hingga gelembung kecil itu muncul!

Segera temu dokter kandungan Anda dan berkonsultasilah tentang apa yang sedang Anda rasakan. Hal ini penting Anda lakukan agar tidak terjadi kondisi yang semakin memburuk. Biasanya dokter akan merekomendasikan untuk suntik antibodi Varicella-zoster immune globulin (VZIG) yaitu vaksin untuk menghadapi virus ini.

Rumah Dosen - Ibu hamil disuntik vaksinsumber gambar : Google

Selang sekitar 72 jam setelah Anda disuntik vaksin tersebut, Anda juga akan diberi suntikan lagi yang mengandung zat antibodi yang dapat mengurangi penderitaan akibat cacar air.

2. Cytomegalovirus yang bisa menyebabkan masalah pendengaran pada bayi belum lahir


Virus yang tidak kalah bahayanya dari cacar air adalah Cytomegalovirus (CMV). Virus jenis ini umumnya merupakan bagian dari kelompok herpes simplex yang lebih mudah menjangkiti ibu hamil maupun janin.

CMV bisa menyerang janin sebab berada pada kondisi imunnya belum matang, sehingga menimbulkan gejala yang berat.

Sementara penyebaran Cytomegalovirus akan terjadi melalui sirkulasi darah yang selanjutnya menyebar ke seluruh tuuh dan menyerang organ-organ.

Menurut pendapat para ahli medis, iInfeksi ini tergolong berbahaya bagi ibu hamil, sebab dapat menyebabkan masalah bagi janin seperti gangguan pada pendengaran, penglihatan hingga kebutaan.

Pemeriksaan TORCH merupakan salah satu jalan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Cytomegalovirus di dalam tubuh. Pemeriksaan ini dilakukan melalui mikroskopik urine.

Tujuan dari Pemeriksaan TORCH adalah untuk mengetahui replikasi, infeksi dan pelepasan virus di dalam urine ibu hamil.

Artikel Populer :

3. Hepatitis yang gejalanya tidak begitu kelihatan bagi ibu hamil


Pada masa kehamilan, Hepatitis juga bisa menyerang kapan saja. Akan tetapi pada kasus ibu hamil tanda-tanda gejala yang timbul tidak begitu jelas terlihat bahkan hampir tidak ada tanda-tandanya sama sekali, sehingga tidak disadari ternyata terkena virus hepatitis.

Rumah Dosen - Tes hepatitissumber gambar : Akamaized

Sebenarnya ada dua jenis virus Hepatitis yang dapat menyerang ibu hamil, yakni Hepatitis B dan Hepatitis C.

Hepatitis B adalah virus yang menginfeksi hati secara serius dan dapat menularkan virus ini kepada janin di dalam kandungan.

Sementara untuk virus Hepatitis C menginfeksi hati dengan penularan yang sama, namun risikonya tidak lebih tinggi dibandingkan dengan jenis Hepatitis B.

Untuk menghindari keduanya, ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan yang mana nantinya ibu hamil akan dilakukan serangkaian tes darah.

Apabila didiagnosis positif virus hepatitis B, maka bisa dilakukan penanganan yang tepat demi menyelamatkan sang ibu dan calon sang buah hati.

Baca Juga :  Bahaya Virus Corona, Apa yang Harus Ibu Hamil Ketahui tentang Hal Ini?

4. Herpes yang menyebabkan luka di bagian kelamin ibu hamil


Berkutnya yang keempat adalah herpes. Ini merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks yang juga berbahaya karena dapat menyerang ibu hamil.

Tidak hanya hepatitis saja yang meiliki dua macam, virus hepatitis ini juga terdapat dua jenis virus yang dapat menyebabkan herpes.

Pertama adalah virus herpes simpleks (HSV) 1 dan yang kedua adalah virus herpes simpleks (HSV) 2.

HSV 1 merupakan herpes oral yang bisa menyebabkan luka di sekitar mulut. Sedangkan untuk HSV 2 berupa herpes genital yang dapat menyebabkan luka di bagian daerah kewanitaan ibu hamil.

Virus ini bisa menyebabkan munculnya gelembung atau lepuh pada permukaan kulit yang disertai rasa sakit.

Penyakit herpes dapat berbahaya bagi kehamilan dan janin. Virus tersebut dapat ditularkan kepada janin melalui plasenta selama kehamilan.

Di mana bayi yang lahir melalui vagina kemungkinan besar bisa terinfeksi herpes simplex HSV 2.

Untuk cara pencegahannya, biasanya dokter akan merekomendasikan supaya ibu hamil melahirkan secara caesar.

Baca Juga :  Agar Tidak Caesar, Ini Cara Sederhana Agar Anda Melahirkan Normal


5. Streptokokus grup B bisa ditularkan ke bayi saat persalinan


Terakhir adalah bakteri Streptokokus grup B (GBS) yang tidak kalah berbahayanya bagi ibu hamil. Streptokokus grup B merupakan sejenis bakteri yang banyak terdapat di bagian usus yang dapat ditularkan ke janin pada saat melahirkan.

Infeksi dari bakteri Streptokokus Grup B (SGB) ini tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun jika terdapat bakteri ini pada ibu hamil, maka kemungkinan si janin dapat terinfeksi melalui cairan amnion. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh bayi yang lemah, sehingga tidak cukup mampu untuk melawan dan mencegah bakteri berkembang biak.

Untuk mengurangi risiko ini, Anda dapat melakukan tes GBS dan biasanya akan menerima obat antibiotik penguat darah dari dokter selama persalinan.

Meski sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan selama kehamilan, sebaiknya lakukanlah pencegahan dan lakukan pola hidup yang sehat untuk melindungi diri demi kesehatan sang ibu dan juga kesehatan serta tumbuh kembang yang baik bagi janin dalam kandungan.

Baca juga:

Nah itu tadi 5 jenis virus berbahaya yang rentan menyerang ibu hamil. Dengan mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan dari berbagai virus dan bakteri yang berbahaya bagi ibu hamil tadi, Anda dapat melakukan pencegahan maupun penangan sedini mungkin untuk menghindari efek buruk yang lebih serius.

Semoga informasi ini dapat memeberikan manfaat. Jangan lupa bagikan atau share artikel ini kepada saudara Anda agar semakin banyak yang mengetahui 5 jenis virus berbahaya yang rentan menyerang ibu hamil.

Jika Anda tertarik dan suka dengan artikel yang kami bagikan di sini, silahkan kirim alamat email Anda melalui form NEWSLETTER pada sidebar yang sudah kami sediakan. Anda akan mendapatkan notifikasi artikel terbaru kami agar Anda tidak ketingalan updatenya. Dan ini Gratis !

Terimakasih dan salam berbagi !

Rekomendasi untuk Anda :

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel