Iklan di bawah Navigasi

Ini Bahaya Serius Asap Rokok Bagi Ibu Hamil

Rumah Dosen - Hamil merupakan masa-masa di mana Anda tidak hanya dituntut untuk menjaga kesehatan diri sendiri saja tetapi juga harus memperhatikan kesehatan kandungan demi tumbuh kembang calon buah hati Anda tetap terjaga dengan baik dalam kandungan.

Ada banyak sekali cara yang dapat Anda lakukan dalam menjaga kesehatan kehamilan, salah satunya adalah dengan menghindari asap rokok. Sudah bukan hal yang baru lagi dan sudah kita ketahui bersama, roko selain berbahaya baik bagi pelakunya juga berbahaya bagi perokok pasif (orang yang tidak merokok tapi ikut menghirup asap rokoknya disebabkan berdekatang dengan orang yang sedang merokok).

Rumah Dosen - Bahaya rokok bagi ibu hamilsumber gambar: akurat.com

Nah apalagi jika asap rokok terhirup oleh ibu hamil, tentuk akan berdampak buruk tidak hanya pada ibu tetapi juga berbahaya bagi bayi yang ada dalam kandungannya.

Ingat! Asap rokok mengandung banyak sekali racun di dalamnya yang dapat membahayakan bagi janin dalam kandungan. Seperti himbauan atau peringatan yang sudah banyak tertera di hampir semua kemasan rokok bahwa merokok dapat berbahaya bagi kehamilan, ibu hamil dan janin.

Baca Juga : Cegah Infeksi Corona, Ibu Hamil Perlu Hindari Kawasan Ramai

Dikutip dari pernyataan American Pregnancy Association, sekitar 12 sampai 20 persen ibu hamil di Amerika Serikat yang tetap melakukan kebiasannya merokok, mereka berisiko lebih besar mengalami cacat lahir pada bayi, kelahiran prematur hingga risiko kematian janin.

Bagi warga Indonesia mungkin presentasi jumlah wanita sebagai perokok aktif sangat kecil, dan semoga Anda juga termasuk ibu hamil yang tidak merokok ya Bun. Namun meski Anda tidak merokok, bukan berarti risiko-risiko tadi tidak mungkin terjadi bagi Anda loh Bun.

Berbagai bentuk risiko tadi akan tetap ada manakala Anda sebagai ibu hamil sering sering terpapar asap rokok. Entah itu karena suami Anda perokok atau rutinitas kerja Anda banyak bersinggungan dengan para pelaku perokok aktif.

Lalu, seberapa seriuskah bahaya dari asap rokok bagi ibu hamil itu?


Anda perlu tahu efek akibat dari sering menghirup asap rokok. Bahaya yang ditimbulkan hampir serupa dengan bahaya rokok bagi pelakuknya langsung bahkan ada yang berpendapat bahwa baya perokok pasif lebih serius dibanding perokoknya langsung.

Secara logika sederhana saja, kita tahu bahwa janin dalam kandungan bernafas dari udara yang dihirup oleh ibunya, jika sang ibu mengirup asap rokok dengan berbagai rancun yang terdapat di dalamnya maka sudah barang tentu semua racun serta bahan kimia berbahaya dari asap rokok ini bisa sampai ke janin melalui aliran darah sang ibu.

Kandungan racun dan zat kimia berbahaya seperti nikotin, karbonmonoksida dan zat kimia lainnya dapat melewati plasenta dan dapat berpengaruh buruk bagi si kecil.

Pada kesempatan kali ini, kami coba merangkum untuk Anda berbagai efek atau dampak serius yang dapat membahayakan janin dari ibu yang kerap terpapar asap rokok.

1. Asap rokok bisa menjadi penyebab keguguran
Salah satu risiko yang paling fatal dari asap rokok bagi ibu hamil adalah keguguran kandungan. Bukan hal yang tidak mungkin jika ibu hamil selalu terpapar asap rokok setiap harinya.

Beberapa penelitian juga sudah ditemukan fakta bahwa kebiasaan merokok para suami sangat erat kaitannya dengan tingkat rsiko keguguran yang tinggi.

Seperti penelitian yang sudah dilakukan di Hong Kong menemukan fakta bahwa ibu hamil yang suaminya adalah perokok aktif dengan kebiasaan merokok sedikitnya 20 batang per hari memiliki risiko dua kali lebih besar untuk keguguran. Hal ini dibandingkan dengan ibu hamil yang suaminya tidak merokok.

Nah, jika saar ini suami Anda masih merokok, cobalah minta secara baik-baik untuk berhenti merokok, atau setidaknya tidak merokok saat sedang berada di rumah bersama Anda!

Baca Juga :  9 Dampak Batuk Yang Berbahaya Bagi Ibu Hamil

2. Asap rokok dapat menyebabkan kelahiran bayi prematur
Salah satu hasil penelitian yang dilakukan terhadap 209 ibu hamil yang mana 43 di antaranya merupakan ibu hamil yang sering terpapar asap rokok setiap harinya, ditemukan fakta bahwa persentase kelahiran prematur terjadi lebih tinggi di antaranya mereka yang menjadi perokok pasif.

Selain itu, ibu hamil yang sering terpapar asap rokok juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi, anemia dan ketuban pecah dini.

Semua hal ini berkaitan erat dengan peningkatan risiko bayi lahir prematur jika Anda sebagai ibu hamil kerap terpapar asap rokok yang penuh racun. Jika tidak Anda tangani dengan segera, kondisi seperti ini sangat membahayakan nyawa si kecil. Jadi, STOP merokok! dan hindari asap rokok!

3. Asap rokok dapat sebabkan berat badan bayi lahir menjadi rendah
Sudah banyak penelitian yang menunjukkan keeratan hubungan antara perokok pasif dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Rumah Dosen - Menimbang berat bayisumber gambar: cloudinary.com

Seperti penelitian yang dilakukan di Malaysia terhadap 209 ibu hamil yang sering terkena paparan asap rokok dan 211 ibu hamil bebas asap rokok, menemukan fakta bahwa angka berat badan bayi lahir rendah lebih banyak terjadi pada ibu hamil yang sering terkena paparan asap rokok atau sebagai perokok pasif.

Banyak pula ahli kesehatan terutama ahli kandungan berpendapat bahwa keterkaitan antara asap rokok dengan berat badan lahir rendah disebabkan karena asap rokok dapat menghambat tumbuh kembang janin di dalam kandungan.

Selain itu, zat nikotin yang terdapat pada asap rokok juga dapat mengurangi sirkulasi darah ke janin. Kemudian zat CO atau karbonmonoksida juga bisa mengurangi asupan suplai oksigen ke janin.

Baca Juga :  Bahaya Virus Corona, Apa yang Harus Ibu Hamil Ketahui tentang Hal Ini?

4. Paparan asap rokok dapat buat cacat lahir
Efek buruk lainnya dari asap rokok bagi ibu hamil adalah terjadinya peningkatan risiko bayi lahir dalam kondisi tidak normal atau cacat.

Mengapa bisa demikian? Karena racun dan bahan kimia berbahaya yang terdapat pada asap rokok mampu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Adapaun kecacatan yang mungkin terjadi seperti ekstremitas bayi, clubfoot, bibir sumbing, cacat mata, dan efek gastrointestinal.

Oleh karena itu, jauh-jauhlan Anda dari paparan asap rokok agar resiko tersebut dapat dihindari dan buah hati Anda dapat lahir dengan kondisi sehat dan normal.

5. Kematian mendadak pada bayi bisa saja disebabkan akibat asap rokok
Kematian mendadak pada bayi atau secara medis biasa disebut Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), dapat diakibatkan dari ibu hamil sebagai perokok pasif. Ini merupakan suatu kondisi di mana terjadi kematian mendadak, tidak terduga serta tidak dapat dijelaskan penyebab pastinya pada bayi berusia di bawah satu tahun.

Risikonya akan meningkat lebih tinggi apabila Anda sebagai ibu hamil sering terpapar asap rokok pasca melahirkan. Tahukah Anda? nikotin dan zat kimia beracun lainnya yang terdapat pada asap rokok berpengaruh buruk terhadap perkembangan sel-sel otak dan jaringan saraf bayi.

Racun dan zat kimia berbahaya ini juga bisa membuat bayi menjadi rentan terhadap infeksi pernapasan. Inilah yang menjadi salah satu faktor risiko SIDS.

Bayi yang lahir dari rahim ibu yang sering terkena asap rokok biasanya juga memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu yang bebas dari asap rokok. Yang mana kekebalan tubuh ini adalah hal yang sangat penting bagi bayi dalam bertahan dari infeksi bakteri ataupun virus.

6. Gangguan pada perkembangan psikologis bayi
Hasil dari salah satu penelitian menemukan fakta bahwa menjadi perokok pasif saat hamil dapat mempengaruhi perkembangan kognitif serta perkembangan psikologis anak di kemudian hari.

Dalam penelitian tersebut diambil sampel 91 anak berusia 6 hingga 9 tahun. Hasilnya ditemukan bahwa mereka yang ibunya bukan perokok aktif maupun pasif memiliki kinerja yang lebih baik dalam tes kemampuan berbicara dan bahasa. Sebaliknya, anak dari ibu yang sering terkena paparan asap rokok atau bahkan menjadi perokok aktif memiliki hasil tes yang lebih rendah.

Selain itu, anak dari ibu yang bebas dari asap rokok memiliki kecerdasan, kemampuan visual dan perilaku yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang ibunya perokok (aktif maupun pasif).

7. Dikemudian hari anak bisa berisiko kecanduan tembakau

Rumah Dosen - Remaja perokoksumber gambar: eramuslim.com

Kembali lagi dengan rujukan hasil penelitian, menunjukan bahwa merokok selama masa kehamilan, baik sebagai perokok aktif maupun pasif, berarti telah mengenalkan nikotin lebih awal kepada bayi sejak ia masih dalam kandungan.

Tanpa kita sadari, hal ini dapat membuat anak menghirup sejak dini dan menjadi kecanduan. Kelak mereka akan berisiko lebih tinggi untuk menjadi perokok juga saat menginjak usia remaja.

Jika Anda saat sedang mengalami kehamilan dan masih melakukan kebiasan merokok atau sering berada dalam lingkungan penuh asap rokok, segera berhenti dan jauh0jauhlah dari asap rokok mulai dari sekarang juga!

Ingatkan pula suami Anda agar berhenti merokok. Jika hal itu belum bisa suami Anda lakukan, setidaknya suami Anda tidak melakukan aktivitas merokok saat sedang di rumah bersama Anda. Ini demi kesehatan calon buah hati Anda juga. Buatlah rumah Anda menjadi hunian yang bebas dari asap rokok.

Perlu Anda ketahui bahwa sisa-sisa racun dari asap rokok dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama dan dapat menimbulkan efek yang sangat berbahaya.

Baca juga:
Nah itulah sedikitnya ada 8 efek yang sangat berbahaya dari asap rokok bagi ibu hamil dan kandungannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan jangan lupa untuk bagikan atau share artikel ini dengan menekan tombol sosial media yang ada di bawah.

Jika Anda tertarik dengan artikel-artikel kami, silahkan isi alamat email Anda di kolom Newsletter pada sidebar yang sudah kami sediakan sehingga Anda akan mendapatkan notifikasi artikel terbaru kami secara GRATIS.

Terima kasih dan salam berbagi!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel