Iklan di bawah Navigasi

Bahaya Virus Corona, Apa yang Harus Ibu Hamil Ketahui tentang Hal Ini?

Rumah Dosen - Virus Corona masih hangat diperpincangkan dunia hingga saat ini setidaknya sampai artikel ini kami terbitkan. Wabah Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dikabarkan telah menginfeksi lebih dari 90.000 orang di seluruh dunia. Sampai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengonfirmasi dua kasus Covid-19 baru yang terdapat di Indonesia, Senin (2/3/2020).

Pada pemberitaan yang telah beredar sebelumnya, dikatakan bahwa orang yang paling berisiko terinfeksi virus corona Wuhan adalah orang-orang yang sudah berusia lanjut. Lalu, bagaimana dengan ibu hamil? Pasalnya ibu hamil juga sangat rentan terhadap infeksi pernapasan, apakah ini juga berlaku untuk Covid-19?

Rumah Dosen - Hati-hati virus coronasumber gambar: cloudinary.com


Baca juga:  7 Hal ini Sebaiknya Anda Hindari Saat Hamil Muda

Dikutip dari kompas.com, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sejauh ini ibu hamil tidak lebih mungkin mengalami gejala yang lebih parah dibanding orang lain. Dalam analisisis yang telahdilakukan terhadap 147 perempuan hamil, hanya delapan persen yang memiliki penyakit parah dan 1 persen dalam kondisi kritis.

Laporan tersebut diterbitkan oleh WHO Jumat (28/2/2020). Sementara itu, hasil penelitian yang terbit di jurnal Lancet edisi Februari 2020 menyebutkan bahwa masih terlalu dini untuk mengetahui dampak pada bayi yang ibunya terinfeksi virus corona Covid-19.

Sejauh ini, bayi yang lahir dari ibu yan terinfeksi Covid-19 terlihat sehat dan tidak ada tanda-tanda bahwa sibayi tertular virus. "Untungnya tidak ada bukti penularan dari ibu ke bayinya," kata Dr Wei Zhang, ahli epidemiologi dari Universitas Northwestern dan salah satu penulis studi yang terbit di jurnal Lancet.

Dilansir dari New York Times, Selasa (3/3/2020), Zhang memperingatkan bahwa penelitian yang dilakukannya bersama tim masih dalam skala kecil. Penelitian ini tidak menawarkan petunjuk apapun tentang efek infeksi Covid-19 pada ibu hamil di awal kehamilan. Demam pada awal kehamilan berhubungan dengan cacat lahir dan dapat memengaruhi kondisi perkembangan janin.

Beberapa virus dapat mengganggu perkembangan janin. Seperti infeksi Zika yang dapat menyebabkan kepala bayi menjadi berukuran kecil dan infeksi Ebola yang dapat mematikan.

Baca juga :  Ini Proses Melahirkan Normal, Ibu Hamil Wajib Tahu!

Masih dikutip dari kompas.com bahwa pandemi flu pada 1918 dan 1957 memiliki tingkat kematian antara 30 sampai 50 persen pada ibu hamil. Sementara ibu hamil yang terinfeksi SARS, yang masih serumpun Covid-19, juga memiliki dampak. Dari hasil penelitian kecil yang meneliti 12 ibu hamil terinfeksi SARS di Hong Kong pada wabah 2003 menunjukkan tiga orang meninggal, dan empat dari tujuh orang yang mengandung di trimester awal mengalami keguguran.

Statistik WHO dan penelitian Zhang terkait Covid-19 menawarkan optimisme untuk ibu hamil. Namun para ahli berharap akan ada data dari jumlah sampel lebih besar untuk membuktikan kesimpulan yang telah didapat. "Jumlah kasus ibu hamil terinfeksi Covid-19 akan sangat penting untuk mengumpulkan informasi tentang kondisi kehamilan," kata Dr Denise Jamieson, ketua ginekologi dan kebidanan di Emory University.

Jamieson adalah satu dari tiga ahli yang menyusun pedoman American College of Obstetricians and Gynecologists untuk merawat perempuan hamil yang terinfeksi virus corona. Salah satu pedoman yang dilakukan rumah sakit di AS adalah memeriksa kondisi ibu hamil sebelum berkonsultasi, sehingga saat ditemukan ada gejala tertentu ibu hamil dapat menunggu di ruang terpisah dengan pasien lain.

Jamieson tergabung dalam Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) ketika wabah H1N1 pada 2009 melanda AS. Jamieson menceritakan, saat itu CDC merekomendasikan agar ibu dipisahkan dengan bayi setelah melahirkan agar tidak tertular. Selain itu, CDC juga meminta kepada ibu yang terinfeksi H1N1 untuk membuang ASI mereka sampai terbebas dari penyakit. Untuk wabah Covid-19 saat ini, Jamieson merasa tindakan serupa perlu dilakukan. Para ibu yang terinfeksi dalam studi yang dilakukan Zhang, dipisahkan dengan bayi mereka.

Kesembilan ibu melahirkan melalui operasi caesar untuk meminimalkan paparan virus pada bayi baru lahir. Zhang dan timnya kemudia menguji darah di tali pusat, usap tenggorokan dari bayi, ASI, dan cairan ketuban. "Kami tidak menemukan adanya virus (SARS-CoV-2 penyebab Covid-19)," kata Zhang. Dalam laporan lain tentang bayi yang terinfeksi, termasuk penelitian terhadap 10 bayi yang baru lahir dengan komplikasi serius, bayi tersebut diuji beberapa jam setelah mereka lahir atau mungkin telah melakukan kontak langsung dengan ibu yang terinfeksi karena perempuan tersebut tidak didiagnosis sebelum melahirkan.

Baca juga:  Heboh, Berenang Dengan Pria Bisa Akibatkan Kehamilan

"Jika kita memiliki isolasi yang tepat dan protokol yang ketat, pasti ada peluang untuk memiliki bayi sehat," katanya. Zhang dengan hati-hati menekankan bahwa studinya menawarkan "kabar baik" hanya untuk wanita di akhir kehamilan. "Kita harus sangat berhati-hati untuk tidak menyesatkan kelompok wanita hamil lainnya," katanya. "Kami tidak tahu efek nyata virus pada wanita di awal kehamilan." Jika wanita pada tahap awal kehamilan ternyata berisiko, mereka akan menjadi kandidat utama untuk vaksin. Uji coba pertama untuk vaksin diharapkan akan dimulai akhir bulan ini, tetapi kriteria tidak termasuk wanita hamil.

Pengecualian mereka sesuai untuk tahap pengembangan vaksin ini, kata Dr. Ruth Karron, seorang ahli vaksinasi di Universitas Johns Hopkins dan salah satu pimpinan pedoman PREVENT meminta memasukkan wanita hamil dalam uji klinis. Untuk vaksin yang ditawarkan kepada wanita hamil, para ilmuwan harus terlebih dahulu menyeimbangkan risiko dan manfaat. Para peneliti perlu mengetahui sifat dan prevalensi penyakit pada wanita hamil, serta setiap efek samping yang berpotensi berbahaya dari vaksin, seperti demam.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat khususnya buat para ibu hamil. Jaga selalu kesehatan Anda demi kesehatan calon buah hati Anda juga.

Jangan lupa untuk bagikan atau share artikel bermanfaat ini kepada saudara ANda agar lebih luas wawasan tentang virus yang tengah melanda.

Terimakasih dan salam berbagi !

Artikel pilihan untuk Anda:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel