Iklan di bawah Navigasi

Ini Proses Melahirkan Normal, Ibu Hamil Wajib Tahu!

Rumah Dosen - Anda berencana untuk melakukan proses persalinan kehamilan Anda secara normal dalam waktu dekat ini? Ada baiknya Anda membaca artikel berikut ini terebih dahulu.

Rumah Dosen - Proses Melahirkan Normalsumber gambar: google.com/

Ibu Hamil berencana melahirkan normal wajib mengetahui dan mengerti tips-tips berikut ini. Misalnya membicarakan kepada dokter kandungan Anda tentang keinginan Anda untuk melahirkan secara normal. Dokter yang mengetahui riwayat kesehatan Anda dan bayi dalam kandungan dapat memberitahukan kepada Anda apakah Anda bisa memungkinkan untuk dapat menjalani proses persalinan normal.

Percayalah dan yakin pada diri Anda bahwa cara melahirkan secara normal Anda pilih demi kebaikan Anda dan calon sang buah hati. Ingatlah kebaikan-kebaikan yang akan Anda peroleh dari proses persalinan secara normal, di antaranya proses pemulihan yang cepat setelah melahirkan. Mintalah dukungan dari pasangan Anda agar terus berdoa dan menyemangati Anda menjelang due date.

Berikutnya, ketahui juga berbagai risiko yang mungkin terjadi pada proses melahirkan secara normal. Tentunya semua bentuk proses persalinan yang Anda pilih selalu ada risikonya. Komplikasi melahirkan mungkin saja terjadi kalau bayi yang hendak lahir dalam keadaan sungsang. Oleh karenaya, Anda harus selalu mengikuti petunjuk dari dokter.

Baca juga : Persiapan saat Due Date Melahirkan Sudah Dekat

Berikut ini adalah proses melahirkan normal yang dapat kami rangkum untuk Anda:

1. Kontraksi Rahim

Tahapan pertama pada proses persalinan secara normal diawali dari kontraksi rahim. Kontraksi rahim yang terjadi saat hendak melahirkan jarak antara kontraksi satu dengan kontraksi berikutnya semakin singkat yakni bisa terjadi dalam 5 menit sekali.

2. Pembukaan

Proses persalinan dimulai dari pembukaan. Pembukaan ini ditandai dengan keluarnya lendir yang bercampur dengan darah karena serviks mulai membuka dan mendatar. Pada tahapan ini biasanya dapat berlangsung dalam beberapa jam atau bahkan beberapa hari.

Tahap ini terdiri dari 2 fase. Fase yang pertama yaitu pembukaan serviks yang berlangsung pelan hingga pembukaan 3 cm. Fase kedua terbagi dari 3 sub fase yakni akselerasi, steady, kemudian deselerasi.

Ketika proses pembukaan mulai terjadi, kontraksi rahim akan berlangsung secara berkala mendorong bayi menuju ke jalan lahir. Pembukaan ini disebut lengkap pada saat pembukaan jalan lahir sudah sampai pembukaan 10 atau 10 cm. Ini artinya bayi siap keluar dari dalam rahim.

Ini adalah momen tersulit ketika melahirkan sebab ada kemungkinan ibu akan merasakan sakit yang begitu hebat dan sering. Tidak hanya itu saja, ibu juga biasanya akan merasakan mulas yang luar biasa dan akan merasakan adanya tekanan yang sangat kuat ke arah bawah seperti halnya mau buang air besar. Pada kondisi seperti ini jangan lupa untuk mengatur nafas supaya proses melahirkan menjadi lebih mudah.

3. Ketuban Pecah

Kontraksi pada rahim akan terjadi lebih sering dan semakin kuat. Kepala bayi semakin dekat ke arah vagina, dan ketuban pecah dan airnya akan keluar.

4. Keluarnya Bayi

Rasa mulas yang dirasakan akan semakin hebat dan sering pada tahapan ini. Kepala bayi akan terus turun sampai masuk pada ruang panggul akibatnya terjailah tekanan di otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris akan menimbulkan rasa ngeden si ibu. Ibu akan merasa seperti ingin buang air besar yang ditandai dengan anus yang terbuka.

Meskipun belum terjadi pembukaan yang sempurna, ibu akan tetap merasakan adanya tekanan yang besar untuk mendorong bayi keluar. Hal ini diakibatkan adanya rahim yang terus mendorong. Dokter akan meminta ibu melakukan dorongan secara cepat atau perlahan.

Meski demikian beberapa ibu ada juga yang sudah sampai pada tahap pembukaan yang sempurna, akan tetapi tekan besar yang mendorong bayi keluar tidak dirasakan. Kenapa bisa demikian, karena bayi tengah bergerak-gerak di panggul untuk merubah posisi kepalanya agar dapat menemukan posisi terbaik untuk keluar. Dokter biasanya memberikan anestesi epidural dengan cara disuntikkan ke daerah punggung. Gunanya adalah untuk mengurangi rasa sakit di daerah rahim, vagina dan leher rahim. Dokter biasanya akan memandu ibu untuk terus mendorong bayi keluar jika kekuatan ibu dalam mendorong hampir tidak ada atau lemah akibat lelah.

Bayipun perlahan akan keluar setelah dokter meminta si ibu untuk terus mengedan. Kepala si bayi akan mulai terlihat. pada saat ini vulva terbuka dan perineum meregang. Pada umumnya si bayi akan keluar dengan kepala menghadap ke arah punggung ibunya terlebih dulu. Baru kemudian ketika kepala sudah terlihat keluar, kepala bayi akan berputar arah kemduian dilanjutkan bagian bahu bayi sampai terakhir adalah kaki. Ini merupakan kontraksi terakhir dan bayi telah keluar sepenuhnya. Selanjutnya tali pusar akan dipotong.

Baca juga : Heboh, Berenang Dengan Pria Bisa Akibatkan Kehamilan

5. Plasenta

Terakhir yaitu keluarnya plasenta. Pada umumnya plasenta keluar setelah bayi lahir berjarak kira-kira 15 menitan. Keluarnya plasenta akan dibantu olrh dokter dengan cara menarik plasenta tersebut secara perlahan-lahan seiring dengan dorongan dari rahim ibu. Setelah plasenta keluar secara utuh, vagina yang sebelumnya terbuka cukup lebar unutuk jalan bayi keluar dari rahim saat melahirkan dengan cara normal akan dijahit oleh dokter.

6. IMD (Inisiasi Menyusui Dini)

Ibu mulai dapat menyusui bayi atau inisiasi menyusui dini (IMD). IMD dapat dilakukan selama 30 hingga 60 menit setelah melahirkan normal.

Ada beberapa tips supaya ibu dapat melahirkan normal dengan lancar dan cepat. Di antaranya seperti latihan kegel, latihan pernafasan dengan yoga, senam ibu hamil dan berhubungan intim dengan pasangan.

Nah itulah 6 tahapanan proses melahirkan normal yang dapat kami bagikan pada artikel kali ini, sudah tahukah Anda sebelumnya? Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan jangan lupa share atau bagikan info penting ini kepada saudara Anda yang lain dengan cara klik tombol sosial media yang ada di bawah artikel ini.

Jika Anda tertarik dengan konten-konten di blog kami, Anda dapat berlangganan notifikasi arikel kami dengan cara subcribe kami melalui kolom NEWSLETTER atau hubungi kami melalui halaman Contact Us.

Terimakasih dan salam berbagi !

Baca juga : Menghitung Usia Kehamilan yang Benar dan Tepat dengan Mudah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel