Iklan di bawah Navigasi

Mitos-Mitos Seputar Kehamilan Paling Populer di Indonesia

Rumah Dosen - Sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama para orangtua yang masih lekat dengan tradisi adat istiadat, mitos masih menjadi hal yang dipercayai meskipun sudah zaman modern seperti sekarang ini.

Pada kebanyakan mitos yang ada di lingkungan masyarakat berisi hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Masing-masing daerah biasanya juga memiliki mitos tertentu yang berbeda dengan daerah lain yang dipercaya oleh masyarakatnya.

Rumah Dosen - Ibu hamil beristirahatsumber gambar: google.com

Di antara mitos-mitos yang masih berkembang saat ini, mitos ibu hamil merupakan salah satu mitos yang paling populer, bahkan hampir di seluruh wilayah di Indonesia memiliki kesamaan mitos dan masih banyak yang mempercayainya meskipun jarang terbukti kebenarannya. Nah, agar calon orangtua tidak disesatkan oleh mitos-mitos kehamilan yang beredar, berikut ini adalah penjelasan tentang mitos-mitostersebut yang kami rangkung dari berbagai sumber.

Baca Juga


Mitos: Sebaiknya ibu hamil tidak melakukan hubungan intim pada trimester pertama kehamilannya.

Fakta: Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa hubungan intim menyebabkan keguguran. ]adi sepanjang hal itu tidak menyakitkan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan, ibu hamil boleh-boleh saja melakukannya.

Mitos: Iika menginginkan bayi cerdas dan persalinan lancar, seringseringlah berhubungan intim selama hamil.

Fakta: Tidak benar bahwa sperma mengandung zat penyubur sehingga janin yang terkena semburan bisa tumbuh subur dan cerdas. Kesehatan janin dalam rahim sama sekali tidak berkaitan dengan sperma dan frekuensi hubungan intim. Kesehatan dan kecerdasan janin tidak dipengaruhi oleh kualitas sperma suami, melainkan faktor genetik dari kedua orangtuanya. Orangtua yang cerdas tentu pula berpeluang melahirkan anak yang cerdas pula. Bagi calon ibu yang memiliki gangguan kehamilan, seperti riwayat keguguran, placenta previa dan sebagainya, sebaiknya tidak melakukan hubungan intim untuk sementara waktu. Hubungan intim akan meningkatkan kontraksi otot-otot rahing sehingga resiko keguguran atu janin lahir prematur akan meningkat. Selain itu si ibu juga mengalami resiko perdarahan.

Mitos ini diduga muncul karena orang mengkaitkan kasih sayang dan perhatian orangtua, dimana kondisi psikologis si ibu mungkin dapat menjadi lebih tenang dan nyaman dengan sering berhubungan intim. Kondisi kejiwaan ibu akan mempengaruhi janin yang dikandungnya. Calon ibu yang merasa tenang dan nyaman akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, dan proses persalinan pun dapat berjalan lancar. Namun sebaliknya, jika calon ibu justeru tidak menikmati hubungan intim tersebut karena merasa terpaksa atau semata-mata karena kewajiban, maka itu justru tidak baik bagi pertumbuhan bayi.

Mitos: Wanita hamil dan suaminya dilarang membunuh binatang. Sebab, jika itu dilakukan, bisa menimbulkan cacat pada janin sesuai dengan perbuatannya itu.

Fakta: Tentu saja tak demikian. Itu cuma takhayul saja. Tapi, yang perlu diingat, membunuh atau menganiaya binatang adalah perbuatan yang tak bisa dibenarkan.

Mitos: Ibu hamil disarankan memasang gunting kecil atau pisau kecil pada pakaian dalam agar janin terhindar dari marabahaya.

Fakta: Yang berbahaya justru bila gunting atau pisau kecil itu menusuk kulit ibu. Benar, kan?

Mitos: Menyematkan kantung kecil bersisi paku atau bawang putih pada pakaian dalam agar terhindar dari gangguan kuntilanak.

Fakta: Wah, yang ini, jelas-jelas takhayul. Salah-salah paku tersebut dapat melukai ibu.

Mitos: Ibu hamil dilarang melilitkan handuk di leher agar anak yang dikandungnya tak terlilit tali pusat.

Fakta: Ini pun jelas mengada-ada karena tak ada kaitan antara handuk di leher dengan bayi yang berada di rahim. Penjelasan secara medis, hiperaktivitas gerakan bayi, diduga dapat menyebabkan lilitan tali pusat karena ibunya terlalu aktif. Jadi, tak heran bila ada anjuran agar ibu hamil sudah mengambil cuti sebulan menjelang persalinan. Diharapkan ibu tak terlalu lelah, agar hal-hal yang tak diharapkan tak terjadi menjelang persalinan. Dan bisa mempersiapkan segala keperluan untuk bayi dan ibu sendiri.

Mitos: Tabu jika sudah menyiapkan perlengkapan bayi sebelum bayi lahir.

Fakta: Ah, yang benar saja. Alangkah repotnya jika semua perlengkapan baru dibeli saat si kecil sudah lahir. Yang pasti, jangan terlalu boros dulu. Iadi, yang disiapkan hanya hal-hal yang benar-benar diperlukan dalam jumlah secukupnya.

Mitos: Leher ibu hamil yang menghitam atau puting yang berwarna gelap menandakan bayinya laki-laki.

Fakta: Perubahan warna pada leher atau puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Perubahan Warna kulit pada ibu hamil diakibatkan peningkatan progesteron dan melanost [hormon yang mengatur pigmentasi kulit]. Karena itu puting susu yang menghitam biasa terjadi pada kehamilan, baik pada ibu hamil yang mengandung bayi laki-laki atau perempuan. Selain perubahan warna kulit dan puting susu, ibu hamil juga memiliki guratan kehitaman di perut dan garis hitam dari pusar ke bagian pugbis. Namun gejala ini akan menghilan setelah melahirkan.

Mitos: Iika ibu hamil senang bersolek maka bayinya yang bakal lahir berjenis kelamin perempuan.

Fakta: Ini tak sepenuhnya benar. Memang, bawaan ibu hamil berbeda-beda. Ada yang lebih suka berdandan agar terkesan rapi. Ada yang malas bersolek karena perut gendutnya sudah cukup membuatnya repot dan kegerahan. Yang jelas, laki-laki atau perempuan ditentukan oleh sperma ayah. Iika kromosom X dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur ibu, maka bayinya dipastikan perempuan. Tapi jika kromosom Y dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur, maka bayinya laki-laki.

Mitos: Jika bentuk perut ibu selama hamil meruncing, ia akan melahirkan bayi lelaki. Sementara jika bundar, yang akan lahir bayi perempuan.

Fakta: Bentuk perut ibu hamil yang lonjong atau bulat tergantung pada posisi janin dalam kandungan. Jika janin melintang, perut akan terlihat melebar. Namun jika posisi janin memanjang. perut akan terlihat tinggi. Selain itu, bentuk perut ibu hamil juga tergantung pada elastisitas otot dan volume air ketuban. Pada kehamilan anak pertama, perut akan tampak bulat karena otot masih kencang. Namun perut ibu yang pernah hamil beberapak kali akan tampak turun karena ototnya mulai kendur. Pada ibu hamil yang cairan ketubannya banyak, bentuk perutnya akan lebih besar dan bulat.


Mitos: Saat hamil jangan mengangkat jemuran dan jangan melakukan gerakan mengangkat. Konon jika ini dilakukan, tali pusatnya akan membelit di leher bayi.

Fakta: Yang benar, mengangkat barang-barang berat tentu saja tak dianjurkan bagi ibu hamil. Dikhawatirkan jika ia terlalu lelah, akan mempengaruhi janin dalam perutnya.

Mitos: Ibu hamil tak boleh makan dengan piring yang besar agar anaknya tak besar.

Fakta: Tentu saja ini sangat menggelikan. Mungkin saja jika makan dengan piring besar membuat ibu lupa pada porsi makannya sehingga akhirnya ia makan berlebihan. Dan tentu saja ini tak baik, karena akan membuat bayi terlalu besar. Cara makan yang baik bagi ibu hamil adalah sedikit-sedikit tapi sering serta mengandung makanan 4 sehat 5 sempurna.

Mitos: Tak boleh makan menggunakan sendok besar, agar bibir si bayi mungil.

Fakta: Ini juga tak masuk akal. Mungil atau tidaknya bibir, juga bentuk mata, alis, hidung, bentuk wajah, rambut, dan sebagainya, akan mengikuti ayah atau ibunya. Atau kombinasi keduanya. Bahkan, dapat saja wajah atau rambut bayi mengikuti kakek-neneknya. Yang jelas, Tuhan tak pernah membuat dua manusia yang mirip seratus persen.

Mitos: Jangan makan ikan mentah agar bayinya tak bau amis.

Fakta: Bayi yang baru saja dilahirkan dan belum dibersihkan memang sedikit berbau amis darah. Tapi ini bukan lantaran ikan yang dikonsumsi ibu hamil, melainkan karena aroma [bau] cairan ketuban. Yang terbaik, tentu saja makan ikan matang. Karena kebersihannya jelas terjaga ketimbang ikan mentah.

Mitos: Jangan makan buah stroberi, karena akan mengakibatkan bercak-bercak pada kulit bayi.

Fakta: Ini jelas omong kosong. Tak ada kaitan bercak pada kulit bayi dengan buah stroberi. Yang perlu diingat, jangan makan stroberi terlalu banyak, karena bisa sakit perut. Mungkin memang bayi mengalami infeksi saat di dalam rahim atau di jalan lahir, sehingga timbul bercak-bercak pada kulitnya.

Mitos: Minum susu kedelai atau makanan yang terbuat dari kacang kedelai akan membuat bayi berkulit putih.

Fakta: Minum susu kedelai ataupun makan makanan yang terbuat dari kacang kedelai tidak berpengaruh pada warna kulit bayi. Warna kulit bayi diturunkan secara genetis dari orang tuanya.

Mitos: Terlalu sering makan jeruk akan meningkatakan lendir pada paru-paru jani dan resiko kuning saat bayi lahir.

Fakta: Mitos ini tidak benar. Ieruk ini justru merupakan sumber Vitamin C dan serat yang sangat dibutuhkan ibu hamil. Karena itu, mengkonsumsi jeruk selama kehamilan dianjurkan.

Mitos: Minum es menyebabkan janin tumbuh besar.

Fakta: Minum es selama kehamilan tidak akan menyebabkan janin menjadi besar, kecuali jika ibu hamil minum es yang ditambah sirup, madu, atau gula secara berlebihan. Kandungan karbohidrat yang terkandung dalam gula inilah yang menyebabkan bayi memiliki berat di atas normal. Selain kelebihan gula, ukuran janin juga ditentukan oleh faktor genetik dan asupan nutrisi. Orang tua yang bertubuh besar sangat mungkin akan melahirkan bayi yang juga besar. Asupan nutrisi yang baik sangat mempengaruhi perkembangan fisik janin, sehingga janin akan berkembang dengan baik. Beberapa penyakit tertentu, seperti diabetes, juga bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan memiliki berat badan yang lebih besar.

Mitos: Ibu hamil tidak boleh makan pisang, nanas, dan mentimun.

Fakta: Mitos ini sangat dipercaya oleh sebagian masyarakat di jawa karena bisa mengakibatkan keputihan. Bahkan mereka percaya bahwa nanas bisa menyebabkan keguguran. Konsumsi pisang, nanas, dan mentimun justru disarankan karena kaya akan Viatamin C dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan melancarkan proses pembuangan sisasisa pencernaan. Adapun keputihan tidak selalu membahayakan. Saat hamil maupun setelah melahirkan, adalah normal jika ibu mengalami keputihan. Kecuali juka keputihan tersebut terinfeksi oleh bakteri, jamur, dan Virus yang biasanya ditandai dengan keluhan gatal, bau tidak sedap, dan warnanya kekuningan, kehijauan atau kecoklatan.

Mitos: Minum air kelapa hijau menyuburkan rambut bayi.

Fakta: Minum air kelapa hijau tidak berkaitan dengan rambut bayi. Namun air kelapa hijau memang menyehatkan karena mengandung elektrolit, sehingga siapa saja termasuk ibu hamil, boleh meminum air kelapa hijau agar tetap bugar.

Mitos: Ibu hamil tidak boleh makan daging kambing.

Fakta: Ibu hamil boleh saja mengkonsumsi daging kambing dengan porsi yang wajar, kecuali ibu hamil yang menderita kelebihan kolesterol atau penyakit j antung. Daging kambing mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi sehingga mempengaruhi metabolesme asam urat yang berbahaya bagi penderita kolesterol tinggi ataupun penderita penyakit jantung.

Baca Juga


Nah itulah tadi Mitos-Mitos Seputar Kehamilan Paling Populer di Indonesia. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan jangan lupa share atau bagikan artikel info penting ini ke bumil yang lain ya, dengan cara klik tombol sosial media yang ada di bawah artikel ini.

Jangan lupa ikuti blog ini agar tidak ketinggalan informasi penting, inspirasi, tutorial dan pendidikan yang kami bagikan di sini.


Jika Anda punya informasi bermanfaat bagi ibu hamil atau tentang Mitos-Mitos Seputar Kehamilan Paling Populer di Indonesia yang belum admin sampaikan pada artikel ini boleh ditambahkan ya bun di kolom komentar di bawah. Terimakasih dan salam berbagi !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel