Iklan di bawah Navigasi

4 Tahapanan Proses Persalinan atau Melahirkan

Rumah Dosen - Bagi ibu hamil yang baru kali pertama mengandung, selamat ya Bu, semoga bayi dalam kandungan selalu sehat hingga masa persalinan nanti. Pada artikel kali ini kami akan mengupas secara singkat saja bagaiamana si tahapan-tahapan dalam proses melahirkan. Namun sebelum membahas empat tahapan tersebut perlu Anda ketahui sampai saat ini proses melahirkan itu sendiri ada tiga cara ya Bun, yakni

Rumah Dosen - Proses Melahirkansumber gambar: google.com/

1. Cara melahirkan normal
Cara persalinan ini dilakukan secara natural atau alamiah tanpa adanya bantuan yang sudah dilakukan dari masa ke masa, meskipun dewasa ini untuk memperlancar proses normal tersebut ada juga yang memerlukan bantuan induksi, forceps, atau ventouse (vakum).

2. Cara Melahirkan dengan operasi caesar (sectio)
3. Cara Melahirkan di dalam air (Hypnobirthing)

Baca Juga

Nah itulah tiga cara melahirkan yang sudah umum terjadi ya Bun. Adapun untuk 4 tahapan proses melahirkan,yang mana masing-masing tahapan yang dilalui mempunyai tantangan dan sensasi tersendiri, adalah seperti berikut:

Empat proses dan tanda-tanda melahirkan secara normal di antaranya sebagai berikut:



1. Bercampurnya Lendir dengan Darah
Bercampurnya lendir dengan darah yang keluar, terjadi akibat adanya sumbatan tebal pada bibir rahim yang terlepas akibatnya lendir yang keluar berwarna kemerahan karena bercampur dengan darah.

Tindakan yang harus dilakukan:

Keluarnya lendir dan darah yang bercampur bisa terjadi dalam beberapa hari sebelum melahirkan, jadi tunggulah hingga Anda mendapatkan air ketuban pecah atau kontraksi yang teratur, sebelum Anda pergi ke tempat persalinan (rumah sakit). Segera hubungi dokter jika terjadi pendarahan berlebih.

2. Air Ketuban Pecah
Kantong ketuban yang menyelimuti bayi pecah akibatnya air ketuban keluar (pada proses melahirkan normal air ketuban merupakan cairan yang bersih, jernih dan tak berbau).

Tindakan yang harus dilakukan:

Hubungi dokter dan bergegaslah menuju rumah sakit, meskipun Anda belum merasakan kontraksi, karena ini menjadi resiko infeksi. Sementara diperjalanan gunakanlah pembalut agar dapat menyerap cairan ketuban Anda.

3. Terjadi Kontraksi
Kontraksi yang terjadi tidaklah seperti kontraksi palsu (Braxton hick), kontraksi ini muncul secara teratur dan rasanya kira-kira seperti kita memakai ikat pinggang dan ikat pinggang itu ditarik sangat kencang dan ini berlangsung sekitar 20 detikan. Sepanjang proses melahirkan, awalnya  kontraksi hanya terjadi sebentar lalu akan bertambah lama, kuat dan rasanya akan semakin nyeri. Meski demikian, akan masih ada jeda pada tiap-tiap kontraksi walau pada kontraksi yang paling sakit sekaalipun. Kontraksi ini tak akan hilang atau berkurang hanya dengan elusan di perut atau istirahat sebab kontraksi yang terjadi secara menyeluruh di kedua sisi perut. Mulai dari bagian atas perut yang dekat dengan saluran telur hingga ke seluruh rahim.

Yang terjadi pada tubuh ibu hamil:

Pada saat organ tubuh bayi Anda matang, ia Bayi dalam kandungan yang telah memiliki organ tubuh yang sudah matang akan memproduksi hormon yang memberi rangsangan pada otot rahim. Akibat yang ditimulkan otot rahim menjadi kencang dan terjadilah kontraksi. Leher rahim akan ketarik dan inilah yang akan memberikan pembukaan jalan bagi janin. Namun beratnya, proses ini bisa berlangsung selama 2 samapi 20 jam.

Yang terjadi pada bayi:

Kepala bayi akan tertekan dan terdorong menuju ke leher rahim pada setiap kontraksi yang terjadi. Secara bersamaan, himpitan kontraksi akan memunculkan hormon-hormon dalam tubuh bayi. Hormon ini akan menurunkan detak jantung bayi agar nantinya si bayi bisa melalui masa kurang oksigen pada saat proses kelahiran berlangsung. Tidak hanya itu, paru-paru bayi juga mulai dipersiapkan agar bayi langsung menggunakan paru-parunya untuk bernafas saat bayi sudah berada di luar kandungan.

Tindakan yang harus dilakukan:

Saat kontraksi terasa mulai teratur, jangan lupa untuk muali menghitung waktunya. Catatlah seberapa lama waktu yang dibutuhkan dari kontraksi pertama dan kedua, kedua dengan ketiga da seterusnya serta catat seberapa lama waktu kontraksi berlangsung. Cobalah untuk mengalihkan perhatian dengan cara ngemil atau bersantai dengan menonton televisi. Aktivitas ringan seperti mandi atau sekedar membuat teh juga bisa Anda lakukan bagi ibu hamil. Saat kontraksi berlangsung, cobalah menarik nafas panjang secara relaks, karena semakin Anda tegang makan rasa sakitnya justru semakin terasa.

Jangan ragu untuk meminta obat peredam rasa sakit jika Anda sudah tidak tahan lagi. Dokter biasanya akan memberikan beberapa pilihan obat peredam rasa sakit seperti gas tawa, injeksi petidin atau  injeksi secara epidural. Jangan lupa untuk selalu meminta penjelasan terkait manfaat dan resikonya baik terhadap ibu ataupun terhadap bayi. Perlu diperhatikan bahwa proses melahirkan hanya akan terjadi bilamana kontraksi yang terjadi semakin dekat antar kontraksi berikutnya kurang lebih dalam 40 detik.

4. Transisi
Ini merupakan tahaman akhir, pada saat pembukaan bibir rahim sudah cukup, Anda akan melalui masa transisi. Kontraksi yang terjadi pada ibu hamil mengalami masa puncak dimana ibu hamil akan merasa hampir menyerah. Namun tidak perlu khawatir, karena masa ini hanya berlangsung sebentar saja atau hanya beberapa menit saja.

Jika ini merupakan persalinan pertama, biasanya membutuhkan waktu sekitar 12-14 jam jadi sebaiknya Anda menunggu di rumah dulu sembari beristirahat untuk menghimpun energi saat proses persalinan nanti. Pada saat kontraksi yang terjadi hanya berjeda 5 menitan atau Anda merasa sangat sakit barulanh menuju rumah sakit. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan yang sudah disiapkan.

Baca Juga

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel